Print
PDF
Jan
16

Di Mana Pekerja Itu?

Posted in : Sunday Service Sermons

Seorang dokter bertanya kepada pasiennya yang sedang terbaring lemah tak berdaya, dokter itu sedang mencari cara untuk memberitahukan penyakit yang di derita oleh pasiennya, yang telah mencapai stadium akhir. Seluruh sistem pengobatan telah digunakan secara maksimal, tetapi semuanya tidak menunjukkan kearah membaik. Pertanyaannya “untuk apa kamu hidup temanku, apa yang kamu kerjakan selama hidupmu?” tentu saja pasien itu sangat terkejut.

Ia terdiam seketika dan tidak bisa menjawab sama sekali. Ia tidak pernah memikirkan untuk apa ia hidup dan apa yang dia buat selama hidupnya. Dokter itu tersenyum sambil berkata “kalau tidak tahu untuk apa kita hidup, dan apa yang kita kerjakan dalam hidup ini, mending tidak usah hidup saja karena hidup ini percuma juga”. Pasiennya yang masih bingung itu berkata “ pikir-pikir, benar juga ya, sekarang semua harta milik saya tidak dapat menyembuhkan saya, padahal saya dengan susah payah mengumpulnya. Lalu dokter itu merasa itulah saatnya untuk memberitahukan penyakitnya.

Pandanglah ladang terbentang luas, sudah siap dituai Tuan bertanya,
“Di manakah pekerja-pekerja Ku?”
Di bukit dan lembah banyak domba terhilang.
Hari Tuhan penuh belas kasihan.
Di manakah orang yang menggembalakan mereka?

Banyak orang tidak tahu untuk apa ia hidup, apalagi kalau ditanya apa yang dia buat selama hidupnya. Tuhan Yesus memberikan suatu pola hidup yang sangat berarti dan penuh makna, walaupun Ia hanya tiga setengah tahun di dunia ini.

  1. Tuhan Yesus yang penuh kuasa itu menunjukkan bahwa Ia adalah seorang pemberita Injil sejati. Tuhan Yesus dalam perjalanan kelilingnya Ia mengajar dan memberitakan Injil. Itulah inti seluruh perbuatan Nya. Padahal inti Injil itu adalah tentang diri Nya sendiri, tetapi Tuhan Yesus sendiripun mengajar dan memberitakan Injil bagi banyak orang, tanpa batas. Apa yang Tuhan Yesus buat selama hidup Nya? Ia memberitakan Injil dan menyatakan kuasa Injil itu. Lalu pertanyaan itu di tujukan bagi anda “Apa yang anda buat selama hidupmu? Sudahkah engkau memberitakan Injil bagi orang lain?” Kalau Tuhan Yesus saja memberitakan Injil, siapakah kita sehingga kita hanya menjadi penikmat Injil itu!

  2. Tempat pengajaran dan pemberitaan Injil itu di rumah ibadat, kota dan desa. Menarik karena ternyata di rumah ibadatpun Injil di beritakan selain pengajaran. Tuhan Yesus tidak memandang beres terhadap orang yang sudah ke rumah Ibadat, karena tidak semua orang yang ke rumah ibadat itu telah mengalami kuasa Injil Kristus. Maka perlu kita bertanya, apakah kita telah mengalami kuasa Injil itu? Karena hampir semua manusia di dunia ini melakukan ibadatnya, tetapi belum tentu mengalami kemerdekaan di dalam Injil Kristus.

    Lalu Tuhan Yesus berkeliling diseluruh kota dan desa untuk mengajar dan memberitakan Injil. Dosa tidak hanya mengenal orang kota yang hidup dalam gegap gempita teknologi dan kesibukan serta persaingan. Dosa juga mencengkram orang desa yang jauh dari keramaian dan teknologi, yang hidup ditengah alam dalam kesederhanaannya. Karena dosa adalah masalah utama setiap manusia dimanapun ia hidup. Sebagai orang yang mengaku percaya kepada Kristus, beritakanlah Injil dalam setiap kesempatan dimanapun kita berada bagi semua orang. Karena Tuhan Yesus berkata kepada anda tuaian banyak, pekerja sedikit, anda mendnegar dan adalah pekerja yang dicari Tuhan Yesus.

  3. Pelayanan Tuhan Yesus bukan semata-mata karena Ia berkuasa, atau Ia Anak Allah. Tetapi pelayanan Tuhan Yesus di gerakkan oleh “hati yang berbelas kasihan”. Banyak orang berkata bahwa dia tidak punya karunia yang hebat, tidak punya kuasa yang luar biasa atau segudang alasan, orang ini memaafkan diri untuk tidak mengambil bagian dalam pemberitaan Injil. Padahal kalaupun ia punya semua karunia dan kemampuan untuk melakukan banyak hal, ia tetap tidak akan memberitakan Injil itu bila ia tidak punya belas kasihan seperti Kristus yang penuh belas kasihan. Buktinya tak terhitung metode PI di dunia ini telah di seminarkan, di latih dan di ajarkan tetapi mengapa para alumninya tidak memberitakan Injil? Hanya satu alasannya! TIDAK BERBELAS KASIHAN!

  4. Peringatan Tuhan Yesus bagi kita “tuaian banyak, tetapi pekerja sedikit” naïf kalau kita tidak tahu hendak memberitakan Injil kepada siapa? Karena Tuhan Yesus sendiri berkata “tuaian banyak”. Dimana-mana terserak tuaian itu, banyak! Tapi mana pekerjanya? Pekerjanya lagi bekerja bagi dirinya sendiri, sibuk mengumpulkan sampah bagi dirinya dan hidupnya, padahal ia telah menggunakan seluruh fasilitas Ilahi dalam anugerah dan berkat yang luar biasa. jika anda kehabisan waktu untuk bekerja setiap hari, tanyakanlah pada diri anda sekarang “untuk apa anda hidup dan apa yang anda kerjakan dalam hidup ini?”

  5. Berdoalah agar Bapa mengirim pekerja bagi tuaian yang banyak itu. Tuhan Yesus mau kita semua bekerja bersama untuk tuaian yang banyak itu. Ia tahu kita tidak dapat bekerja sendiri, Ia mau kita bekerja sama dengan pekerja yang lain dengan hanya satu tujuan yaitu Tuaian yang banyak itu harus di tuai.

Mari menjadi pekerja Kristus yang memberitakan Injil, tanpa memandang tempat atau kepada siapapun dengan penuh belas kasihan karena tuaian itu banyak. Tuhan Yesus mencari pekerja bagi tuaian itu, anda, saya dan kitalah orang yang di cari Nya.