Print
PDF
Jan
23

Selagi Ada Kesempatan!

Posted in : Sunday Service Sermons

Ini adalah peringatan Tuhan melalui Nabi Yesaya kepada bangsa. Israel dengan dua tujuan:
Pertama, orang Israel tidak perlu mencari bantuan bangsa lain dalam menghadapi kekuatan bangsa Asyur yang menekan mereka. Dalam hal ini Yesaya memperingatkan mereka untuk mencari bantuan dari Tuhan sendiri.

Kedua, agar umat Tuhan saat itu bertobat dan berbalik dari jalan mereka yang jahat dan mengalami kemerosotan secara moral dan rohani. Karena ada waktunya Tuhan akan menjatuhkan peng-hukuman yang berat karena mereka selalu mengabaikan-Nya.

Yesaya, sesuai dengan namanya yang berarti “keselamatan” menyampaikan dua berita yang tegas bagi umat Tuhan yakni: Hukuman Tuhan atas semua kebejatan moral dan rohani dan keselamatan dan pertolongan bagi mereka yang mau bertobat dan mengikuti jalan Tuhan.

Percaya Yesus selagi ada kesempatan mohon tuntunan Tuhan menggapai hari esok nan cemerlang, berjalan dalam kebenaran berdasarkan anugerah Tuhan. Makin lama makin teguh menempuh jalan ke Sorga.

Ia memperingatkan “Carilah Tuhan selama Ia berkenan di temui” maksudnya adalah jangan mencari pertolongan kepada yang lain kecuali hanya kepada Tuhan. Tuhan yang memiliki umat-Nya dan Ia pasti bisa menolong. Dan Yesaya menegaskan agar orang Israel menggunakan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk mencari Dia sebelum tiba waktunya Tuhan tidak lagi membiarkan diri-Nya ditemui.

Kata “carilah” dalam bahasa Ibrani ditulis “Darash” yang artinya mencari dengan tekun sebelum kesempatan itu berlalu, atau berjuang sampai menemukan sebelum waktunya habis. Jadi kata ini mengindikasikan bahwa pasti ada rintangan dalam perjalanan mencari Tuhan, namun berita baiknya Tuhan itu berkenan ditemui selama waktu itu masih disediakan oleh-Nya.

Kata “selama Ia berkenan ditemui” menegaskan kembali bahwa ada waktunya Tuhan tidak lagi bisa di temui.

Jadi orang Israel diperingatkan oleh Yesaya bahwa kesempatan untuk mencari dan mengikuti Tuhan waktunya tidak lama lagi sebelum semua itu terlambat dan hukuman dijatuhkan.

Terkadang karena mengejar ambisi untuk memperoleh kedudukan yang tinggi atau kekuasaan yang besar, serta memanfaatkan waktu dan semua kesempatan untuk memperoleh harta sebanyak-banyaknya sering kali membuat manusia terlena dan lupa bahwa kesempatan hidup yang Tuhan berikan hanya sekali. Karena hidup hanya sekali maka bertobatlah dan percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus sekarang juga karena kesempatan itu singkat dan waktu itu berlalunya buru-buru. Kenapa buru-buru, karena kematian bisa sewaktu-waktu menghampiri maka itu berarti kesempatan untuk bertobat dari jalan hidup kita untuk menerima keselamatan dari Tuhan Yesus serta kesempatan melayani Dia juga terbatas.

Jika manusia belum mencari dan mengikuti Tuhan Yesus, ketika ia meninggal dunia, tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Hukuman Tuhan yang tak berbelas kasihan tidak terelakkan bagi mereka.

Ada tiga sikap orang dalam meresponi kesempatan:

Sikap pertama adalah sikap bodoh = suka buang-buang kesempatan dan menunda-nunda waktu. Mottonya “Dia akan lewat lagi”. Artinya sudah jelas, ia bersikap masa bodoh terhadap semua kesempatan karena kesempatan nanti akan datang lagi.

Sikap kedua adalah sikap biasa = suka menantikan kesempatan tapi tidak terlalu tanggap. Kesempatan kadang bisa diraihnya, namun tak jarang kesempatan berlalu begitu saja. Mottonya, “Kalau memang Tuhan mau beri pasti Ia beri tapi kalau tidak ya sudah” Artinya ia tidak yakin bahwa ia bisa menggunakan kesempatan tersebut, sehingga ia tidak berjuang dan tidak tanggap serta waspada terhadap setiap kesempatan. Nampaknya contoh dalam Alkitab adalah 5 gadis bodoh, yang bersiap mendapatkan kesempatan untuk bertemu pengantin namun karena kantuk, kesempatan itu akhirnya sirna. Kita harus sadari bahwa ada hal yang kita tidak perlu usaha tapi Tuhan pasti berikan, tapi ada hal yang Tuhan ingin lihat bagaimana kita mau berjuang baru kita mendapatkannya.

Sikap ketiga adalah sikap bijak = suka mencari kesempatan (positif) dan tanggap terhadap setiap kesempatan. Mottonya, “Now or Never” (sekarang atau tidak sama sekali). Artinya, ia tahu bahwa kesempatan itu bisa datang demikian cepat dan ada kesempatan yang tidak bisa kembali lagi dalam kehidupannya sehingga ia tidak mau jadi pecundang dengan tidak memanfaatkan kesempatan namun pemenang yang bisa menggunakan kesempatan untuk sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Tampaknya penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus adalah contoh yang baik, yakni tahu bahwa kesempatan hidupnya tinggal sedikit namun ketika Tuhan Yesus ada di sebelahnya, ia menggunakan kesempatan mohon anugerah-Nya.

Jika Anda adalah orang dalam kategori suka buang-buang kesempatan dan menunda-nunda waktu, bertobatlah kawan sebelum semua itu terlambat.

Jiak kita adalah tipe orang seperti 5 gadis yang menunggu-nunggu tapi tidak waspada sehingga terlena dan terlewatkan dalam kesempatan yang baik dan terbatas, datanglah pada Tuhan.

Tuhan mau Anda semua adalah orang Kristen yang bijak dengan menggunakan kesempatan dengan tepat untuk bertobat dan melayani Tuhan. Ingat baik-baik, “Keputusan hari ini menentukan hari depan Anda”.